« July 2007 | Main | September 2007 »

August 26, 2007

Le mémoire…

Dan hampir tiga-puluh-hari aku di sini. Untuk bulan yang berbeda. Dan pastinya dengan rutinitas yang berbeda. Tapi aku masih sama. Je m’appelle Jay. Harry Sanjaya. Je suis écrivain. Masih dan akan selalu tetap suka menulis. Karena tulisan inilah nafasku. Untuk bisa selalu kuhembuskan agar bisa menghidupkan duniaku. Dunia yang masih selalu membingungkanku. Karena aku memang tak pernah mengerti.

 

Di sinilah aku sekarang. Masih dan akan tetap merindukan kalian. Semua yang telah menjadi prosesi hidupku. Datang dan pergi tanpa aturan waktu. Tapi akan menjadi sebuah kesan. Je comprends, le mémoire…

 

Aku masih selalu ingin tau. Aku masih selalu ingin pintar. Dan aku selalu ingin bisa menulis dengan bahasa. Paling tidak, itu yang aku tau dari méthode de français yang telah aku pelajari sebulan ini di kelas Perancis itu.

 

Ne vous inquiétez pas. Je vous promets que vous saurez tout sur je sais...

le mémoire…

 

Jay

                            

Kau…

Bahkan hingga sekarang

Di saat kau jauh maupun selalu ada di dekatku

Aku tak henti-hentinya menyadari

Aku benar-benar sayang padamu.

 

Dan kau…

Selalu membuat aku merasa beruntung telah bersamamu

Kini kau…

Selalu meyakinkan aku bahwa aku telah benar-benar beruntung memilikimu.

 

Aku tidak baru atau sedang menyadarinya sekarang

Aku telah tahu dan mengerti bahwa itu telah jauh kusadari

Aku selalu sadar bahwa semuanya untuk kita

Dan aku semakin sadar bahwa segalanya begitu indah.

 

Untuk setiap perhatian itu

Untuk segala nasihat itu

Untuk kebahagiaan yang kita lalui

Dan untuk kesulitan yang akan kita hadapi

Kita akan bersama…

 

Karena kau…

Aku telah beruntung memilikimu…

 

 

Jay

August 09, 2007

| D next destination ; Yogyakarta…!!!

It was a fully-romantic-exotic-cheapest-and gorgeous place.

Jumat [3/8] kemarin dikasih kesempatan ke  Yogyakarta. Karena ini adalah kali pertama daku di beri kesempatan tuk ke Yogyakarta. Tentunya sangat senang sekali. Terbang dari Jakarta dengan pesawat pagi. Tidak terlalu pagi tepatnya. Pukul 10 pagi. Dalam rentang waktu empat-puluh-lima menit saja kami sudah tiba di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Perjalanan yang singkat. Karena dalam rentang waktu tersebut aku masih membayangkan apa yang akan aku lakukan di kota yang –menurutku- romantis itu.
Setelah tiba di Bandara Adi Sucipto, Mas Roy –aku lebih nyaman nyebutnya Bang Roy- sudah menunggu untuk menjemput kami. Berdua dengan rekannya. Bang Roy adalah teman lama Bang Irman dan Bang Adi. Tak berlama-lama di Bandara kami pun langsung menuju ke tempat tujuan. Untuk penginapan, agar tentunya tidak memakan biaya, nantinya untuk dua malam ke depan kami menginap di rumah Bang Roy saja.
P8032930_1 Sore pun menjelang. Setelah menyelesaikan berbagai aktivitas yang memang harus di kerjakan. Saatnya berlibur. Tujuan pertama pastinya Jalan Malioboro. Ini adalah nama jalan yang sudah sangat tidak asing di telinga. Sebuah jalan lurus yang nantinya akan tersambung ke Jalan Ahmad Yani, menuju Alun-alun dan Karatonan. Di sepanjang jalan lurus pastinya sangat ramai dengan berbagai macam aktivitas perdagangan. Full of Becak and Sado. Transportasi yang nyaman dan tidak berpolusi. Dengan transportasi inilah perjalanan mengelilingi kota Yogyakarta kami mulai. Naik Becak. Sangat nyaman. Dengan tiupan angin yang membuat sore yang tak panas jadi semakin sejuk. Tujuan pertama adalah Taman Sari. Tempat pemandian selir-selir sultan di zaman Kerajaan dulu. Masih tampak kokoh dan masih tampak sangat indah. Selanjutnya belanja beberapa lukisan di Taman Sari. Melihat mesjid bawah tanah. Menapaki satu persatu daerah dan wilayah kekuasaan Kesultanan yang konon katanya di kelilingi oleh air. Semuanya sangat indah.
Tak terasa senja pun tiba. Kami kembali ke Malioboro. Singgah sebentar ke Mal Malioboro. Karena nantinya janji bertemu dengan Bang Roy di tempat itu. Bang Roy baru kembali dari kantor setelah pukul 8 malam. Kami pun duduk sambil menikmati sajian kopi di Excelso. Hingga bang Roy datang dan kemudian makan malam di warung pojok dan kembali ke rumahnya untuk beristirahat.
Img_0213_2 Karena tentunya kelelahan, tak terasa aku baru tersadar pada pukul 8 pagi. Hari ini sudah berbagai rencana telah kami susun. Kami pun prepare untuk perjalanan yang akan dilakukan. Dengan mobil Xenia  hijau, tujuan pertama adalah Candi Borobudur. Rasanya perjalanan ke Yogyakarta tidak akan syah jika tidak ke candi yang pernah masuk menjadi salah satu tujuh keajaiban di dunia itu. Dalam rentang waktu satu-setengah jam kami sudah tiba di kawasan Candi Borobudur. Kami harus berjalan dari pintu gerbang utama menuju candi tersebut. Cukup jauh memang. Tapi menjadi tidak terasa karena kami lalui sambil tertawa dan bersenda gurau bersama. Banyak sekali tempat yang bagus untuk di jadikan latar belakang foto. Huehue. Berhubung daku penganut narcissme, jadinya setiap tempat dijadikan sarana dan background untuk foto-fotoku. Huehue. Img_0220_2 Setelah lelah mengelilingi candi tersebut. Kami pun tak ingin membuang waktu berlama-lama. Istirahat sebentar di gerbang keluar kawasan candi. Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju pantai Kukup dan Pantai Baron. Menempuh tiga jam perjalanan, dengan melewati kawasan gunung kidul. Akhirnya kami sampai di Pantai Kukup. Hanya mengambil beberapa foto dan merasa kurang nyaman di pantai tersebut, kami pun berpindah ke Pantai Baron. Di pantai ini kami menikmati waktu senja hingga matahari terbenam. Makan berbagai aneka masakan Seafood yang lezat. It was so gorgeous.  Img_0355_2
Karena tak ingin terlalu malam tiba di rumah. Kami pun memutuskan kembali ke rumah. Tiba di rumah pukul 9 malam. Dan karena ini malam minggu. Rasanya tak nyaman untuk menghabiskan waktu di rumah. Huehue. Jadilah kami ke Hugo’S Café. It was a clubbin’ place. Pecinta dunia malam Yogyakarta pastinya tak asing dengan tempat ini. Huehue. Menghabiskan malam hingga mengantuk. Pukul 2 pagi kami pun memutuskan kembali ke rumah. Dan beristirahat.   
Img_0351_2 Dan sekarang hari Minggu. Hari ini adalah hari terakhir kami di Yogyakarta. Malam ini akan kembali ke Jakarta. Kembali menyusun rencana untuk menghabiskan siang dan sore ini. Kami memutuskan ke Kaliurang. Karena area sejuk di kawasan Gunung Merapi itu adalah kawasan terdekat. Menikmati sajian tarian Kuda Lumping. Makan Sate Kelinci. Dan belanja Batik di salah satu gerai Mirota menjadi agenda perjalanan yang kami lalui. Hingga senja pun tiba. Di akhiri dengan belanja Bakpia Pathok. Selanjutnya menuju stasiun kereta. Beristirahat di Kereta api menuju Jakarta.
Hingga pagi. Senin pagi tepatnya. Dan bekerja kembali. Hiks


Yogyakarta...will be missing you….Huehue.Img_0366

Berjanji pasti akan kembali…

Jay.

                                          

August 01, 2007

[yang berakhir dan yang akan dimulai]

[Yang berakhir]
Dua tahun mungkin bukan waktu yang singkat. Untuk bisa saling mengenal. Berteman. Hingga bersahabat. Banyak cerita yang telah di lalui. Tentang kesedihan. Kebahagiaan. Menangis. Bahagia. Sakit. dan tertawa bersama. Semua telah di lalui. Dengan suasana yang begitu kekeluargaan. Dengan tekanan-tekanan yang coba di atasi untuk masalah pekerjaan. Pelanggan. Bahkan untuk masalah kondisi kerja yang hampir tidak kondusif. Tapi kita bahagia. Untuk itu semua. Keputusanku telah ku ambil. Bukan bahagiaku yang terenggut. Tapi aku mencoba mencari kebahagiaan baru. Tak mudah mengubah rutinitas itu. Tak mudah melupakan setiap kondisi itu. Cukup berat jika mengingat semua yang pernah terjadi di sana. Kebersamaan dan seluruh aspek yang mendukungnya. Karena aku telah belajar dari sana. Bahkan sangat banyak belajar. Terima kasih.
Yang takkan pernah terlupa. Untuk setiap yang tlah datang dan pergi dalam ruang lingkup itu. Membuat aku belajar banyak sekali sifat. Banyak perwatakan. Dan banyak tingkah laku serta kecerdasan. Untuk teman-teman di call center Telkomsel, Medan ; Maaf untuk setiap perkataan dan kesalahan yang pernah di perbuat. Kalian teman-teman terbaik.

[Yang akan dimulai]
Sebuah awal adalah pilihan sulit. Pekerjaan sukar. Tapi proses pembelajaran. Masih sangat banyak yang perlu dipelajari. Untuk diperjuangkan. Untuk berusaha. Dan untuk kebahagiaan. Aku cuma ingin terus belajar. Hanya ingin bisa maju. Dan hanya berfikir di awali untuk diriku sendiri. Karena aku yang menentukan. Aku sang pembuat keputusan. Dengan segala doa dan ikhtiar ini.

Jay