Time pass away…
Dan waktu menjadi sangat cepat berlalu. Hingga
pertengahan ramadhan ini pun akan dilalui. Meskipun puasaku harus cacat, karena
demam yang aku dapati di hari ke tujuh puasa. Namun hingga sekarang, masih
tidak mengurangi keinginanku dan kewajibanku menyelesaikannya hingga akhir
ramadhan ini.
Karena alasan transportasi, aku pun memutuskan
untuk tidak mudik. Tidak kembali ke Medan untuk lebaran kali ini. Hal ini sudah
aku pertimbangkan dan aku komunikasikan dengan Papa dan Ibu. Dan semuanya baik-baik
saja. Nantinya saat itu pun juga akan menjadi lebaran pertamaku jauh dari
keluarga.
Kenyataannya, aku rindu segala-galanya. Rindu
segala yang pernah terjadi di sana. Rindu keluarga. Rindu sahabat-sahabat yang
ada di sana. Untuk segala rutinitas yang pernah terjadi di sana. Tapi, Jika aku
menyesal pada sebuah keputusan, maka aku hanya akan terus berpikir dan
berpikir. Dan untuk hal ini aku ingin tetap memegang Filosopi hidupku untuk
selalu berpikir positif pada setiap masalah yang akan aku hadapi. Semuanya akan
baik-baik saja.
Untuk saaat ini aku juga sedang menggemari hampir
seluruh serial TV di channel AXN.
Hanya saja beberapa serialnya yang ditayangkan melebihi jam 10 malam menjadi
tidak bisa aku tonton. Karena pastinya aku sudah tertidur untuk setumpuk lelah
yang dilalui dalam rutinitas harian. Serial Supernatural,
Nip Tuck, all of CSI series, NUMB3RS and The 4400 –yang mirip2 Heroes- menjadi tayangan malam yang pastinya sangat menyesal untuk
dilewatkan. Karena beberapa episode
yang terlewatlah yang membuat aku juga memutuskan mencari beberapa complete season-nya di Mal Ambassador.
Dan yang menjadi berita baiknya, aku menjadi betah di rumah. Huehue.
Yang pasti Ciné
Ramadan di CCF Salemba juga
harusnya tidak terlewatkan. Pendant le
mois de Ramadan, le CCF de Jakarta présente six films qui reflétent la vie des
Musulmans de France et d’ailleurs. La nostalgie du pays natal, les difficultés
de la vie dans les banlieues, et la question de l’interculturalité colorant le
cinema français contemporain.
Jay
