« November 2007 | Main | January 2008 »

December 30, 2007

Kaleidoskop…

Sudah banyak yang aku lalui 2007 ini. Banyak hal, pengalaman serta pelajaran hidup yang dapat aku ambil dari segalanya. Tentang setiap keputusan yang harus aku pilih dan aku ambil dalam waktu yang sangat singkat. Tentang masa depan yang selalu dalam dilema. Tentang keadaan hidup yang selalu ingin lebih baik. Semuanya selalu berjalan beriringan meniti setiap jalan yang harus aku tempuh sepanjang 2007 ini.

 

Ada banyak sekali hikmah yang aku ambil dari segalanya. Keputusanku untuk mengakhiri tinggal di kost dan kembali ke rumah Selamat 98 pada awal Maret 2007, adalah keputusan awalku untuk merubah segalanya. Pengambilan keputusan di bulan Mei dan Juni ketika aku mengambil cuti dan liburan ke Sabang juga adalah keputusan yang penting dan indah. Itulah awal segalanya. Hingga keputusan yang teramat penting untuk tinggal jauh dari orang tua dan mengawali karir baru di sini. Yang sebelumnya memang tak pernah aku bayangkan sama sekali. Tapi aku bahagia.

 

Bahkan hingga di akhir September kemarin aku juga kembali dihadapkan untuk pengambilan keputusan untuk mengawali karir baru. Untuk pindah dari tempat yang lama. Aku hanya tak ingin salah. Dan sejauh ini aku masih belum merasa salah. Karena aku masih mampu menikmati segala yang ada dan segala yang telah aku putuskan. Mencari kehidupan yang lebih baik dan sejahtera itu naluri setiap manusia. Dan segalanya memang harus difikirkan untuk bisa menjadi sebuah landasan.

 

Inilah tahun penuh keputusan dan pemikiranku...

Aku hanya menikmati, meresapi dan mengambil segala hikmah...

Tak akan menyesali, karena aku telah meyakini...

Segalanya kan indah...

 

 

Selamat tinggal 2007 dan Selamat datang 2008...

 

 

Jay

 

 

PS : Sorry for incovenience,  Seluruh selular phone saya tak akan aktif dalam rentang waktu 30 Desember sampai 1 Januari 2007. Karena saatnya liburan...:-)

                            

December 09, 2007

Occupé pour le travail...

Pendant longtemps pas en écrivant dans ce blog. J'ai manqué tout de j'ai écrivent. Uelquefois je me sens toujours solitaire. Dans cette ville, Jakarta. Sans toute ma famille. Je manque Medan. Ma ville de naissance. Manquez tout d'il y a. Manquez mes parents, ma soeur, mon frère et tous mes amis. Dewi, Aan, et Eka. Mais je dois être survivent. Durement le travail et continue mon étude pour être un gars élégant. Parce que, c'était ma promesse avec mes parents. Et je les aime....:-)

Peut-être, je continuerai mon étude de degré de maître en Indonésie Université, majoring l'administration de ressources humaine. Tout de même ma planification.
Avec optimisme mes rêves se matérialiseront...Amiien...:-)

Priez pour moi...;-p


Jay