« December 2007 | Main | February 2008 »

January 29, 2008

hanya berbagi...

Wah…sudah akhir Januari. Waktu benar2 cepat berlalu. Masih tetap berkutat pada rutinitas yang ada. Hanya ada tambahan untuk lebih memikirkan kesehatan dengan berolah raga. Jadilah ada beberapa jam waktu khusus yang aku bagi untuk hal yang satu itu. Untuk tubuh agar berasa lebih fit ajah. Selebihnya tidur dan makan dan nonton serial2 TV. Hehe.

Masih bingung dan masih belum dapat kepastian untuk bisa cuti dan libur di bulan April nanti. Masih males ngurus perizinannya. Masih malas ke HRD juga. Kangen Medan juga. Pengen balik kesana paling tidak dua atau tiga hari saja. Kangen dengan suasana kamar di rumah 98. Kangen rumah di Tamora. Kangen semua2nya. Tapi kalau aku kangen2an terus yang ada aku malah jadi kepikiran. Makanya terus2an di pending. Hehe. Biar serius ke kerjaan juga. Serius cari duit. Hehe.

Kemarin sempat insomnia lagi. Susah banget tidur. Dan tetap harus bangun pagi. Ada ajah yang difikirkan. Untuk beberapa hari ini sudah mulai normal kembali. Mungkin kemarin karena aku merasa nervous aja dengan masalah2 hidup. Yah, mudah2an gag terjadi lagi. Itu jugalah alasanku untuk membagi waktuku untuk bisa sejenak berolah raga. Agar aku bisa tidur lebih tenang.

Dan yang terakhir, saat ini juga lagi gag mau mikirin yang berat2. Lagi benar2 ingin menikmati apa yang ada. vie heureuse ...:-)

 

 

Jay

 

PS : :-( Turut berduka cita atas meninggalnya H.M. Soeharto –mantan Presiden RI-, semoga amal2 Ibadahnya diterima disisi Allah SWT. Amieenn. Prosesi pemakaman dan rumah dukanya selalu jadi tontonan yang menarik. :-)

                            

January 17, 2008

…harapan 2008

Lama juga tidak menulis. Setelah liburan di akhir tahun kemarin. Hampir tak tau apa yang ingin di tulis dan dibagi. Semuanya begitu indah. Hingga tak mampu tertuliskan dalam sebuah alinea, kalimat, bahkan sebuah kata.

Dan tibalah kembali di awal tahun. Sungguh waktu yang singkat untuk mengakhiri tahun kemarin. Tapi aku bersyukur, karena semuanya di akhiri dengan kebahagiaan. Kalaupun ada sesuatu yang masih terfikirkan olehku, mungkin adalah bertambah usia dan merasa masih banyak yang harus aku kerjakan untuk diriku sendiri, keluarga dan semua orang yang aku sayangi.

Semuanya tau, sifat dasar manusia adalah tak pernah mengenal rasa puas. Karena itu jugalah yang memacu semangat manusia untuk mendapatkan dan meraih segala keinginan yang telah difikirkan ; Harapan.

Banyak yang aku diskusikan dengan sahabatku –Uzer- kemarin. Tentang esensi hidup. Tentang memaknai diri dan segala harapan-harapan seorang manusia –bernama Harry Sanjaya- ini. Ketakutan adalah satu hal yang besar untuk selalu membayang-bayangi setiap harapan ini. Uzer berkata, dia telah melewati fase itu. Dan ia berkata hal itu tidak akan pernah hilang. Apa yang kami diskusikan hanyalah sebuah pengalaman hidup. Dia hanya membagi apa yang pernah di alaminya. Dan aku menjadi seorang pendengar yang baik. Dia bukan seorang yang sempurna. Dia hanya menjadi seorang penutur untuk kisah hidupnya. Dan aku jadikan sebuah pelajaran hidup untuk sebuah hal yang baik.

Di tahun kemarin, aku masih merasa belum ber-Iman sepenuhnya. Iman dalam arti yang sesungguhnya. Iman berarti percaya. Untuk satu hal yang ku anggap masih jauh, adalah Imanku pada diriku sendiri. Untuk mencintai dan percaya pada diriku sendiri, aku masih sangat jauh dari sempurna. Sangat tidak ber-Iman. Untuk hablumminALLAH, hanya aku dan DIA yang tau. Dan hanya ingin ku bagi dengan DIA sepenuhnya. Dalam doa dan sujud itu.

Adalah sebuah harapan ini. Bisa menjadi seseorang yang mengerti apa yang benar untuk dilakukan, dan apa yang salah untuk tidak dilakukan. Tapi ketakutan untuk tidak bisa menjadi satu hal yang sempurna, justru akan menjadi sebuah bayangan yang akan menghantui hingga membuat sebuah kegagalan. Dan kembali ke harapanku. Aku ingin dijauhkan dari ketakutan itu.

Usiaku juga pastinya bertambah. Apakah kedewasaan juga akan bertambah?. Pastinya aku tidak bisa menilai sepenuhnya. Karena aku bukanlah seorang penilai yang baik. Tapi aku hanya bisa merasa kalau aku tak pernah bisa merasa dewasa. Jika aku selalu di manja. Manja oleh diriku sendiri.  Maka aku tak akan pernah dewasa. Dan aku pun ingin juga dijauhkan dari kemanjaan itu.

Akhirnya...semuanya akan kembali pada diriku sendiri. Untuk angka 2008. Semuanya tau, itu adalah sebuah angka yang besar. Untuk bertambah besarnya usia ku juga. Meskipun aku selalu merasa bertambah besarnya usiaku selalu berbanding terbalik dengan kebesaran jiwaku. Aku masih mengharapkan untuk bisa berbanding lurus. Dan itu hanya bisa aku yakini. Untuk sebuah harapan itu.

...harapan 2008.

 

 

Jay