September 19, 2005

I had a flu...

I had a flu....

Akhirnya sakit juga. Hiks. Lagi ngak enak body niy. Gara2nya sabtu kemaren libur. Karena maruk banget jarang2 dapat libur di hari sabtu. Akhirnya anak mudanya malah enak2an malam mingguan. Hehe. Sampe’ ngak ingat waktu. Pulang ke rumah udah jam 3 pagi. Untung aja masih ingat pulang. Nyampe di rumah malah ngak bisa tertidur. Yang ada mondar-mandir di dalam rumah. Liatin sepupu pada maen PS. Dan tetap ngak ngantuk2 juga. Mungkin gara2 pas di warkop sempat minum Kratindaeng dan Cappuccino *Btw, boleh nyebut merek ngak siy?hihi. Semua jurus udah di keluarkan untuk dapat tertidur. Dari yang beraliran positif ampe yang negatif. Hehe. Tapi ngak bisa tidur juga. Acemana siy!!!!. Padahal harus masuk kerja jam 8 pagi. Akhirnya sampe’ jam 6 pagi aku pun tetap belum tidur. Selanjutnya karena memang harus kerja. Jadinya prepare buat pergi kerja. Dan jam setengah 8 pagi aku udah di kantor lagi. Dengan lumayan mengantuk. Rasa kantuk malah justru datangnya pas udah di kantor. Tapi tadi dari rumah udah bawa persediaan kopi banyak2. Jadi setiap dua jam sekali pasti wajib ke pantry tuk buat kopi. Huh. Yang parahnya lagi, hari itu aku shift 4. Yang berarti lembur 1 jam. Jadilah aku online sambil memejamkan mata. Untungnya bisa juga bertahan sampe jam 5 sore. Kyaaa.....Janji d ngak ngelakuin hal bodoh kayak semalam!!!.
Hutchiiy...Hutchiiiiiyyyy....Shrott..shrott...

Jay.

September 15, 2005

Untuk sebuah kejujuran...

Aku menyadari sepenuhnya bahwa kesemuanya ini adalah hal yang baru.

Apakah ketidakbahagiaan ini memang akan selalu berkebalikan dengan kebahagiaan?
Ketidakbahagiaan ini tak lagi membuatku merenung dan mengenali diriku sendiri lagi. Bahkan justru mengasingkan aku, membuatku menjadi semakin bodoh dan tidak lagi bisa berfikir selain mengikuti rutinitas ; Kerja, Pulang, Tidur, Bangun dan Kerja Lagi. Rasanya seperti tahanan dalam penjara dan seperti robot.

Apakah ketidakbahagiaan ini memang akan selalu berkebalikan dengan kebahagiaan?
Ketidakbahagiaan ini menjadi sangat besar hingga aku pun sama sekali tak ingin lagi merenungkannya.
Ketidakbahagiaan ini sudah sangat menyesakkan sehingga membuatku tak bisa lagi berInspirasi.

Aku sombong karena aku menghargai diriku. Menghargai prinsipku.

Selama ini aku selalu yakin bahwa diriku adalah seorang yang pintar, menarik dan spesial. Tapi selanjutnya aku malah sadar bahwa hal tersebut adalah ilusi belaka agar aku menjadi cukup berharga.
Dan, tiba-tiba aku lebih menyadari lagi, ternyata aku bukanlah apa-apa.
Ternyata aku menjadi begitu membosankan bagi diriku sendiri.

Seluruh kebosananku pun selalu ku tutupi dengan suatu hal yang indah. Dengan sebuah topeng kaca indah sebagai alat menyembunyikannya. Dan justru mengolahnya menjadi sumber-sumber tulisanku.
Tapi bukankah itu semua hanyalah sebuah usaha menipu diri sendiri? Untuk apa aku menulis?
Aku hanya ingin membaca kini, bahkan menulis pun bukan suatu hal yang aku percayai lagi.

Di saat aku di paksa menulis dengan penuh kebohongan. Tanpa mampu meruntuhkan seluruh tembok-tembok besar yang berlabelkan ‘Norma’. Aku seakan takut. Untuk apa menulis dengan rasa takut? Dengan kebohongan? Aku merasa begitu bodoh menulis? Apa yang bisa ku tulis? Apa dan untuk apa?.

Kadang membaca tulisan-tulisan ku terdahulu aku menjadi bahagia. Aku bahagia telah menjadi jujur. Dengan segenap rasa maupun jiwa. Tanpa takut dengan tembok ‘Norma’ yang tinggi. Dan tanpa merasa berdosa, meskipun aku selalu berdosa.


Aku sombong karena aku menghargai diriku. Menghargai prinsipku.

Jay.

September 10, 2005

Staying up till morning

*Situasi saat ini pukul 03.00 WIB. (10/09)

Dan aku masih di kantor. Masih tetap online. Dengan mata yang penuh beban; aku mengantuk.
Dari tadi call nya tak pernah berhenti. Seakan tak peduli kalo aku memang kurang tidur. Damned!!.
Hari ini pelanggannya bikin mampus semua d. Ngak ada yang bener. Ada yang serius banget tapi malah ketawa. Ada juga yang suka banget nyebut2 'kepunyaannya'. Lebih2 karena mayoritas yang masuk ke call master ku pelanggan kartu as. Dan memang ngak ada matinya!!!. hihi. Bego..!!!

Sumpah d. Aku ngantuk kali. Ini gara2 smalam sore aku ngak bisa tidur lagi abis sholat Jum'at. Padahal sejak pulang kerja jam 7 pagi semalam, aku baru tidur selama 4 jam; Menyedihkann....
Jadinya yang kulakukan malah berkeliaran di sore hari. Yah...salah aku juga siy. Udah tau mau jadi kalong. Masa ngak pake prepare. Kalong kan harus malu2 gitu kalo' pagi, siang dan sore...Apa coba!!!.

Sebenarnya nulis beginian karena emang lagi Blank; like a tittle....
Ngak punya thread yang menarik buat jadi perbincangan.
Palingan soal pelanggan yang doyan miscalled2 aja ke call master. Padahal anak mudanya udah siap banget menjawab semua komplain yang ada. Huahahaha. *Tertawa licik dan sok mantaff....

Tapi baru tersadar. Ternyata ini udah tanggal 10. Cepat juga yak. Tapi ngak dink. Kayaknya untuk seseorang yang 'masih menunggu' ini menjadi sangat lama.....

Still missing you....

Jay

September 08, 2005

Tentang empat hari...

Hari ini. Kamis, 08 September 2005

Sejak pagi tadi aku di rumah aja. Dan sekarang baru bangun dari tidur siang. Langsung buka komputer tuk update blog. Hehe. *Dasar Pemalass!!!.

Tadi sebenarnya udah bangun jam 9 pagi. Tapi karena mengingat hari ini aku masuk shift 8, yang berarti aku masih dapat merasakan waktu yang lebih panjang tuk tetap berada jauh dari suasana kantor. Aku pun masih saja berkomitmen dengan rasa malas tuk bekerja sama menikmati suasana yang ada. Fiuhh.....!!.

Abis bangun jam 9 pagi tadi. Karena di bangunkan my grandma. Aku pun langsung mandi. Yah..sebenarnya ini bukan ritual ku yang sesungguhnya. Tapi berhubung udah janji dengan my grandma untuk mengantarkannya mengambil wang pensiunnya. Jadilah kami berangkat jam 10.30.....eng..ing..eng.

Ini kali pertama aku mengantarkan my grandma tuk mengambil uang pensiun bulanannya. Karena sebenarnya ini sudah menjadi tugas my brother. Tapi berhubung my brother sedang di luar kota, jadilah aku menjadi cadangannya. Hiks.

Kami pun langsung berangkat. Tiba di sana, untungnya my grandma tak perlu mengantri seperti biasanya *katanya sih..kalo’ tanggal 1 sampe’ 5 selalu ngantri!. Jadi ya, aku tak perlu lama2 menunggunya. Dan abis dari sana langsung aja anak mudanya minta traktir. Hihi. *Dasar cucu kurang ajar, nenek sendiri di kerjain..!!.

Yah... walopun yang lolos Cuma KFC tapi kan lumayan untuk ngisi perut yang dari tadi udah kosong karena ngak sarapan. Setelahnya, kami pun langsung pulang ke rumah. Setelahnya lagi, bantal dan guling memang sahabat yang selalu setia hingga sore ini. Hihi.

Kemarin. Rabu, 07 September 2005

Hari ini libur. Dan ini merupakan libur ke dua di bulan September. Tapi tetap aja membosankan. Ngak pernah ada kegiatan yang menarik. Sampai siang aku tetap di rumah aja. Sebenarnya lagi, dari kemarin2 udah ngerencanain nonton PADI di stadion Teladan, malam nanti. Tapi kaya’nya acara itu juga pasti di undurkan ato di batalkan. Akhirnya ya pupus.

Dan...sore harinya pun aku memutuskan untuk keluar. Yah...ke tempat biasalah. Tempat persembunyian anak mudanya. Di Perisai Plaza *Kan jadi tau pun kelen...hihi. Di sanalah tempat nonton yang paling asik kalo’ lagi pengen menyendiri. Untungnya ada film yang kewl. Selesai nonton. Aku ke Carrefour bentar, karena ada yang memang harus di beli. Setelah itu, pulang merupakan pilihan terbaik.

Dua hari yang lalu. Selasa, 06 September 2005

Medan masih berkabung. Aku masih di rumah teman. Karena malamnya aku tak tidur di rumah. Sampai jam 11 siang aku masih di sana. Hingga kami memang harus berpisah. Setelahnya, aku pulang dan kembali meneruskan istirahatku. Tapi sempat juga melihat beberapa stasiun TV menyiarkan berita soalan kecelakaan pesawat Mandala itu. Hari ini aku shift 6. Yang berarti harus on line sampai jam 12 malam nanti. Aku mengantuk. Still missing u.....jizayyyyy!!!! kekeke.....

Tiga hari yang lalu. Senin, 05 September 2005

Hari ini aku shift 3. Yang berarti masuk jam 8 pagi dan pulang jam 4 sore. Assikk..!!!. Sekitar jam 10-an ada berita yang cukup mengagetkan. Di kabarkan pesawat Mandala Boeing 737-200 dengan nomor penerbangan RI-091, jatuh di kawasan padat penduduk di Jalan Djamin Ginting Padang Bulan *Kyaaa...itu kan jalan yang selalu ku lewati kalo’ mau pergi ke kampus dulu.

Benar-benar peristiwa yang memilukan. Dan kabar yang terakhir aku terima pada hari itu juga, ternyata di dalam pesawat naas tersebut tercatat beberapa orang penting di Sumatera Utara yang meninggal karena menjadi penumpang pada pesawat Mandala tersebut.  Tak hanya itu,  beberapa orang yang sedang melakukan aktifitasnya di Jalan dan kawasan itu ku yakin juga pasti menjadi korban. Akh...entahlah.....

Berita tersebut belum sepenuhnya dapat ku yakini. Karena informasinya masih by net hail di kantor. Sialnya, pas mau buka internet tuk melihat detik.com, internet di clusterku malah bermasalah. Huh..!!. 

Akhirnya pas makan siang di pantry, semuanya pun terjawab. Gubernur Sumatera Utara; H. T. Rizal Nurdin dan Mantan Gubernur Sumatera Utara; H. Raja Inal Siregar, serta anggota DPD Abdul Halim Harahap beserta istrinya turut menjadi korban dalam peristiwa naas tersebut dan dipastikan meninggal. Innalillahi wa inna Ilaihi rooji’uun. Aku turut berduka. Dan sesaat kemudian langit pun seakan mengerti karena ikut menangis dengan tangisan yang hebat. Hujan turun dengan sangat deras. Sontak semua orang di kantor menjadi membicarakan peristiwa tersebut.

Aku jadi pengen ke sana. Bisa melihat TKP secara langsung. Tapi ku yakin pasti di sana suasana sudah sangat panik. Dan meskipun hujan, pasti kawasan itu masih disibukkan dengan urusan evakuasi. Ku yakin juga, pasti semua orang menuju ke sana. Untuk melihat ; dan menangis haru.

Inilah hari ke lima di bulan September 2005 yang sangat memilukan. Dan entah bulan September ke berapa yang merupakan bulan naas. Aku tak tahu pasti; tapi 4JJ1 selalu punya rencana sendiri bagi semua umatnya. Kita hanya bisa menarik nafas dan menghembuskannya perlahan untuk mendapatkan sebuah ketenangan dari apa yang selalu terjadi atas kehendakNya. Karena Dia lah penyambung nyawa. Karena Dia lah kita ada. Dan Karena Dia lah kita binasa.

Sesaat aku berfikir. Mengapa selalu bulan September yang menjadi bulan naas untuk beberapa kematian massal. Tidak hanya di Indonesia. Tapi di seluruh dunia yang menjadi tempat persinggahan sementara kita. Mulai dari rentetan Bom yang meledak. Tragedi WTC. Dan yang lainnya. Mungkinkah 4JJ1 menyukai bulan September ; atau Dia malah membencinya??. Wallahu a’lam. Hanya 4JJ1 yang mampu menjawabnya....

Akhirnya aku pun log out pada pukul 16.00 WIB. Baru saja selesai log out ternyata ada message dari Pak broto. Dia lagi di Medan. Jadi ngajak jalan, karena memang ada yang mau ia beli. Abis itu aku malah mutusin tuk ganti baju kerja dulu ke rumah. Malas aja jalan pake’ baju kerja. Dan saat itu di luar masih hujan. Kelar ganti baju aku pun langsung nyusul dia ke Sinar plaza. Dan setelah itu langsung pindah lokasi ke Sun plaza karena memang ada yang harus di belinya di sana *Kyaa...doyan shopping juga yak boss!!. Kekeke. Kalo’ udah ke Sun plaza pasti yah wajib ke Gramedia. Akhirnya anak mudanya pun beli novel Rispondimi,Jawablah Aku. By Susanna Tamaro. Gak tau d, bukunya asik ato ngak. Liat dari sampulnya kayaknya asik. *padahal entah kapan pun sempat bacanya, hehehe.

Abis dari Sun plaza, langkah selanjutnya ke Distro ‘Cyclone’ nya pak broto. Tapi listrik padam. Maless kali...!!!!. Ternyata Medan masih gelap dan berduka...........


Jay

September 04, 2005

Lelah...

*Saat ini  pukul 07.10 WIB pagi. Dan aku udah di kantor. Ngantuk. Lelah.....
Beberapa hari ini aku merasa kurang tidur. Ngak tau kenapa. Tapi sungguh hari-hari yang berat.
Sejujurnya...Aku sedikit merasa nyaman. Aku merasa nyaman dengan apa yang terjadi hingga saat ini. Dengan apa yang terjadi semalam; dan dua hari yang lalu. Tapi tubuh ku tak pernah merasa nyaman.

Dan saat itu tiba. Saat yang kita nantikan. Saat yang aku inginkan dan 'mungkin' juga kau inginkan.
Tapi aku belum sepenuhnya merasa yakin dengan kondisi yang ada. Dan aku selalu bimbang [lagi..lagi..].

Jay

August 26, 2005

Candu...

*Situasi saat ini pukul 00.20 (27/08). Masih di kantor. Padahal seharusnya aku sudah hampir tiba di rumah. Ya..karena malas pulang aja. Jadinya akses internet di kantor. Disini; di cluster yang memang sudah kayak warnet. Hihi.
Hari ini jadi semakin terasa berat saja. Pinginnya dapat liburnya cepat biar bisa refresh otak. Tapi baru dapat libur hari Minggu (28/08) nanti. Padahal seharusnya aku malah bersyukur yak. Bisa dapat libur di hari Minggu. Jarang-jarang niy. Dan memang ini kali pertama selama bulan Agustus ini aku dapat libur di hari Minggu *Harus benar2 di manfaatkan!!!!! Dan...dari sekarang pun aku mulai menyusun rencana *padahal biasa2nya walau udah direncanain tetap aja ngak jadi juga. hihi...
Tapi, disaat masih memikirkan kalau hari ini, sabtu (27/08), aku masih harus bekerja lagi. Semangatku malah jadi hilang. Huh..!!! Memang sangat melelahkan. Tapi aku harus bertahan. *Doakan saya. Kan tinggal satu hari lagi.


Dan aku pun masih menunggu. Saat itu tiba. Saat yang memang sudah kita nantikan. Untuk membahas segalanya. Apa yang kau fikirkan. Apa yang aku fikirkan. Dan banyak hal yang memang pasti kita nantikan untuk terjadi. Atau mungkin hanya aku ; dan kau tidak??.
Tapi segala keyakinanku telah tumbuh dan semakin berkembang. Merasuki diriku dan membuatku candu. Untuk bisa merasakan sebagian dirimu. Tanpa harus berimajinasi.

Jay

August 18, 2005

17 Agustus

Berkibarlah benderaku
Lambang suci gagah perwira
Diseluruh pantai Indonesia
Kau tetap pujaan bangsa
Siapa berani menurunkan engkau
Serentak rakyatmu membela

Sang merah putih yang perwira
Berkibarlah selama-lamanya ....

*Itulah sepenggal lagu 'Berkibarlah Benderaku'  yang diciptakan Ibu Sud. Dan kini dapat kau dengarkan apabila kau menghubungiku. Lagu yang kau persembahkan sebagai Nada Sambung Pribadi (NSP) untukku. Yang selalu membuatku merasa telah menjadi warga negara yang baik; padahal sebenarnya tidak. Karena aku sama sekali juga tak pernah lagi mengikuti Upacara setiap 17 Agustus; meskipun aku dulu seorang Pasukan Pengibar Bendera. Bahkan sekarang. Di saat aku sudah mulai tak pernah peduli dengan masih ada atau tidaknya pengibaran bendera itu.
*Tapi terima kasih. Karena dengan NSP itu, aku jadi lebih mengingatmu. Bahkan mungkin aku tak pernah lupa. Terima kasih (again!).

August 15, 2005

Menyambung tulisan pagi tadi ;

Tiga hari yang melelahkan kemarin aku disibukkan dengan acara di rumah Selamat 98 yang telah berlangsung pada hari Minggu (14/08). Tepatnya semalam, pada acara wedding party aka ngunduh manten (baca; dalam bahasa jawa) sepupuku, Kibot. Aku memang tak cukup banyak membantu dan berpartisipasi dalam acara tersebut. Karena aku memang telah merasa sangat lelah selama tiga malam bekerja dengan shift 8, yang berarti malam hingga pagi hari. Dan aku pun lebih memilih tidur untuk beristirahat. Sambil bersembunyi. Walaupun ku yakin mereka memang tak pernah merasa peduli untuk mencariku.

Tapi hari-hari yang melelahkan itu juga membuatku senang. Kenapa aku bisa senang??. Aku juga tak faham. Mungkin ada yang lebih bisa memahami. Dia. Bukan aku, kalian ataupun juga yang lainnya. Karena kita sama. Tak pernah bisa menyadari apa yang membuat kita bahagia dan tertawa. Mungkin aliran dan mekanisme yang dapat membuat kita tertawa pun hampir tak pernah kita bahas. Ataukah mungkin sebenarnya kita sedih?. Tapi kita dengan sengaja membuat 'tindakan palsu' sebagai tameng bagi kesedihan kita; Aku masih belum ingin membahasnya.

Hari ini, Senin 15 Agustus 2005.

Hingga pukul 7.15 WIB pagi tadi aku masih di kantor. Kemudian langsung berjalan pulang karena setiap lima menit yang ku lalui selalu disertai menguap. Aku harus tidur. Setelah mengisi bahan bakar body agar bisa tidur dengan nyenyak *aku juga sedikit heran mengapa tidur perlu bahan bakar juga, padahal Indonesia sedang dibudidayakan hemat bahan bakar,hihi. Aku pun akhirnya tertidur tanpa melihat dan menyadari ketika ku terbangun ternyata telah ada 6 missed calls dan 2 new messages di layar handphone ku ; Fila dengan 6 missed calls dan 1 message-nya. Dan 1 message-nya yang telah tiba disana. Hihi.

Aku terbangun tepat pukul 15.00 WIB (baca; lebih2 dikit sih!!). Hmm..tidur yang panjang setelah masa2 yag melelahkan tapi menyenangkan. Dan aku pun selalu berniat membalas sms mu. Karena kau pasti juga tahu bahwa aku selalu senang dan selalu tertawa sendiri membaca sms mu ; padahal aku sedih. Hiks.

Dan, berbagai perencanaan yang sudah aku susun dari tadi pun tak yakin dapat ku wujudkan. Message Fila tadi telah membuktikan bahwa ia sibuk. Mr. Raj apalagi. Aku pun coba-coba menghubungi mereka. Di mulai dengan Mr. Raj. Dia malah berkata, "Harreee genneee liburan??". Dasar!!. Aku jadi menyesal mengambil keputusan menghubunginya. Hiks. Tapi mencoba sekali lagi bukanlah masalah. Kali ini pun aku menghubungi Fila. Dan ia pun menjawab, "Ini hari senin, bukan hari minggu Jay..". Huh..!! Padahal sebenarnya dia tak perlu berkata begitu. Mungkin aku sudah lebih mengetahui hari ini sebagai hari senin sejak pukul 00.01 dini hari pagi tadi; karena aku begadang.

Akhirnya keputusan ku yang terakhir adalah bisa jalan sendiri. Seperti biasanya. Ini hari senin. Aku bisa Nomat. Doakan saya.hihi. Aku pun segera mandi. Tapi, karena sedikit lapar aku pun makan siang dulu (baca; padahal sudah sore). Sambil makan aku pun membaca novel Djenar maesa ayu yang berjudul 'Nayla', yang baru saja ku pinjam dari seseorang semalam. Hehe. Tapi karena terlalu serius membaca, bahkan hingga makan selesai. Aku malah kembali rebahan di sofa atas sambil serius membaca ; dan aku pun kembali tertidur. Hehe.

Saat adzan maghrib berkumandang, aku baru menyadari bahwa aku telah melupakan segalanya. Aku terbangun. Dan buyarlah segalanya. Hihi. Tapi no matter lah. Besok masih libur kok. Hehe. Akhirnya keputusan keluar dan ke warnet untuk meng-update blog pun jadi pilihan terbaik. Rencananya mau sambilan ber messenger. Tapi niat pun di batalkan. Hihi.

Jay

August 11, 2005

Refresh

Libur kerja semalam membuatku sedikit lebih merasa nyaman. Yah, setidaknya bisa mengusir kepenatan yang telah menumpuk selama lima hari lalu. Tapi tetap juga ngak bisa kemana-mana. Liburnya juga hanya satu hari, mau kemana???. Untungnya hari ini aku kebagian kerja di malam hari. Jadi masih bisa menikmati waktu yag lebih panjang tanpa call master dan head set, hihi. Sebetulnya ngak ada masalah juga sih dengan kedua benda tersebut. Justru aku sekarang merasa jauh lebih terbiasa dengan mereka. Anehnya malah ngak enak juga kalo ngak bercengkrama dengan mereka satu hari saja (fiuuuhhh....maksudnyeee?????).

Dan aku pun juga ingin berterima kasih dengan seorang yang ada nun jauh disana (dimana yak???). Karena telah dengan senang hati membalas SMS serta mau membunuh sepi di malam hari dengan telfonnya -yang secara tak langsung telah membuatnya bankrut, hihi- dan membuat aku justru menikmati insomnia ku. Aku senang. Dapat berbagi cerita dan tertawa bersama hingga mengantuk (baca: habis pulsa,hihi).

Mulai pagi ini (11/08), di rumah sudah berasa sangat rame. Padahal hari biasa juga memang sudah rame. Saudara-saudara sudah pada datang. Paling ngak sedikit membantu meramai-ramaikan untuk acara yang nota bene baru akan berlangsung pada hari minggu (14/08) nanti. Dan, memang sudah menjadi kebiasaan di keluarga kami untuk saling membagi suka cita dengan keramaian *atau ini juga sudah kebiasaan seluruh manusia?. Tapi jujur saja, aku tak terlalu suka dengan keramaian. Bahkan jika di rumah terlalu ramai, aku lebih merasa nyaman untuk segera pergi dari sana agar jumlah mereka berkurang satu. Meskipun sebenarnya mereka juga sama sekali tak merasakan adanya perubahan. Karena jika aku tetap berada di sana aku juga tak terlalu vocal untuk lebih membuat keributan, karena aku lebih menyukai 'diam'.

Aku bukan orang yang terlalu banyak bicara dan selalu dapat membuat suasana menjadi lebih ramai. Aku adalah orang yang lebih memilih diam jika aku benar-benar tidak tahu. Sama seperti ketika aku baru saja bertemu dan berkenalan dengan orang baru. Maka aku lebih memilih untuk diam dan memahami sifat yang ada padanya sambil bertanya-tanya dalam hati apakah ada daya magnetis yang cukup kuat yang dapat mempersatukan kami menjadi 'teman'.

Di saat yang lalu, aku juga sedikit bingung. Kenapa aku memilih jurusan Ilmu komunikasi di Universitas, yang nota bene juga sangat tidak sesuai dengan bakatku. Tapi bukankah manusia di tuntut untuk selalu belajar? Agar ia lebih mengetahui dari apa yang tidak ia ketahui? *Sama seperti Muhammad SAW tak pandai membaca ketika ia di paksa Jibril untuk membaca. Aku memilih jurusan tersebut dan meletakkannya tepat dipilihan ke dua di bawah Kedokteran sewaktu UMPTN. Padahal justru aku lebih menyenangi eksakta. Mungkin karena aku sedikit bodoh, menilai komunikasi tak jauh berbeda dengan telekomunikasi. Tapi aku senang ; senang menjadi 'bodoh'.

Ketika aku mulai belajar berkomunikasi -tak hanya dengan diri sendiri, SWT 4JJ1, dan juga dengan orang lain- aku pun mulai merasa seperti menolak takdir, sifat dan sikapku yang sudah ada semenjak lahir. Tapi inilah kenyataan. Ketika aku di ajak untuk belajar menginjakkan kaki pertama dan berjalan, padahal aku tak ingin berjalan. Ketika aku di ajak untuk mulai berbicara, padahal aku lebih senang untuk diam. Dan, ketika aku mulai di ajak untuk belajar menulis, tak hanya belajar menulis sebuah huruf pertama tapi sebuah paragraf hingga sebuah jurnal ; Ini sebuah penyegaran.

Jay

August 03, 2005

'bout my names...

Ari, Jay, Harjay, Oca, Harry Sanjaya. Hmm..I have a lot of names, as if those were some kind of marks to different parts of my life. Sometimes I find it hard to remember which one is me now (huehue!). Maybe they're all me, may be not one of them is.

I don't know where the name Oca came from, I wore that name for a long time. Some people still remember me as Oca. Especially my secret friends (Ouppss..!).

My last name, Sanjaya. I don't know where that name came from either. A lot of names just came up like that without any real meanings or background, as if they're just grabbed from thin air, baptized to the newborn child. I think Sanjaya was the name of my father's father, but I'm not sure it, I've never asked my father because I'm sure he wouldn't know anything about it.

I don't even know why I'm telling this long story about my names. I just want to dig deeper into my own mind, trying to understand the real meaning of all that I could never find....

Jay